Sepertinya aku jatuh

sepertinya aku jatuh
pada redupnya matamu

sepertinya aku jatuh
pada sayupnya kilasmu

sepertinya aku jatuh
pada matamu yang kian berderu
menyorakan keteduhan dirimu

sepertinya aku jatuh,

karenamu

Rinduku Padamu

Pelangi putih kelam di langit senja
Ku maknai rajutan warna dengan tungalnya
Hanya karna bias ada warna
Namun putihlah dasarnya

Langit kelam yang terang mewarnai angkasa
Temaram bintang seperti manik-maik membingkai awan
Kelipan kesunyian
Pijaran dalam diam
Helaan napas panjang yang tertahan

Ku mulai sesuatu dari awal
Namun berakhir ditengah-tengah
Melafaskan a tanpa mencapai z
Menghitung yang tak berhingga
Namun tak sanggup rasanya

Kutipan asmara yang tersimpan
Peliknya perasaan yang tak mengudara
Namun mengendap tak sempat menguap
Kejujuran harga yang sangat mahal
Namun dustalah kemudahan

Tak dapat ku bohongi lagi hati ini
Jikau aku dirundung sunyi
Semua ini terasa sepi
Saat daun mulai bernyanyi
Hati ini pun perlahan mati

Tak mampu ku beranjak
Tak kuasa aku menolak
Sebuah rasa datang dengan tiba-tiba
Namun ia pergi tanpa berita

Ku genggam erat air
Namun meleleh jua ia
Ku gapai udara yang mengalir
Namun hawa sajalah yang terasa

Air muka mu menceritakan segalanya
Cukup pandangan matamu memberi jawaban
Tak perlu kau ungkapkan akupun sudah tau semuanya
Cukup batinku yang menyisakan ratapan

Untukmu kasih yang ku cinta
Untukmu raga yang ku damba
Melepasmu dari jiwa

Asa yang tertahan

Sebentar lagi
Aku akan lenyap di telan riuhnya kata yang tak terucap
Bergelimang pada setiap kata yang tertahan oleh senyap
Yang memporak-porandakan pikiran yang semerawut oleh asa yang tertahan
Entah tak ku tahu apa itu namanya 
Mungkin sebuah kerapuhan yang indah 
Atau ketakberdayaan mengungkap apa yang tersingkap
Atau ketakutan berwajah pengharapan
Sehingga ia mati didalam kepala
tanpa pengakuan
tanpa pengungkapan
tanpa pengucapan
tanpa keberanian