Semilir angin malam masuk menerpa rambutku melalui jendela. Jangkrik bersahutan seakan mereka meneriakan suara terakhirnya. Mataku tertuju pada langit-langit malam tanpa bintang.
Kosong.
Hampa.
Tanpa makna.
Dingin.
Menusuk.
Menembus rusuk.
Sunyi.
Sepi.
Sendiri.
Dan aku terus menyalahkan diri sendiri yang tidak bisa berubah dan tetap patuh pada suatu prinsip yang harus mengorbankan orang lain yang ku sayangi. Entah seberapa rumit pikiran ini, seperti tali kaset yang ruwet dan amburadul karena terlalu cepat berputar.
memencar.
menyebar.
Begitu riuh.
jauh.
tak tersentuh.
angkuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar