Fatamorgana Senja

Meraba senja diiringi derasnya hujan, sore ini.
Menanti malam menyambut jingga yang kan menjadi gelap.

Di penghujung hari, ku lihat fatamorgana yang memaksaku untuk mengejarnya.
Meraihnya.
Dan ia menyeretku untuk terus berlari.
Memaksaku berlari hingga aku tak lagi
Berpijak dengan kaki yang renta ini.

Fatamorgana senja tersebut tuliskan bait-bait rasa.
Menumpahkan seisinya ke dalam kertas putih tak berdosa.
Biarlah..Fatamorgana itu berlalu bersama senja merah jingga.
Memberiku jalan agar tak terus mengejarnya.

Dan ku nanti esok paginya.
Ketika cakrawala menyambut mentari di timur fajar.
Kau bukanlah fatamorganaku lagi.
Semua sudah terpencar.
Bubar.
Lenyap ditelan fajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar